DILI - Seorang warga Indonesia yang dituduh melakukan kejahatan kemanusiaan di Timor Leste, dibebaskan dari penjara Ibu Kota Dili. Demikian dinyatakan juru bicara PBB, Senin (31/8/2009).
Meski mendapat tekanan dari sayap kanan dan berbagai kalangan lainnya, pemerintahan Presiden Jose Ramos Horta dan Perdana Menteri Xanana Gusmao tetap membebaskan Martenus Bere.
Timor Leste menuding Martinus terlibat dalam aksi kekerasan terhadap pihak prokemerdekaan Timor Timur dari pangkuan RI.
Kamis, 12 Mei 2011
Ninja Menyerang Timor Leste
DILI - Kepolisian Timor Leste saat ini dipusingkan dengan aksi ninja misterius yang melakukan pembunuhan dan subversi di negara itu. Kondisi ini makin mengancam keamanan negara yang baru terbentuk ini.
Akibat ancaman ini Kepolisian Timor Leste mendeklarasikan perang terhadap kelompok ninja.
Aksi terakhir mengakibatkan tewasnya seorang gadis remaja berusia 15 tahun di Distrik Bobonaro, 22 Desember lalu, belum lagi kematian seorang bayi laki-laki di Covalima pada 19 Januari.
Kepala Polisi Longuinhos Monteiro mengerahkan pasukannya yang dilengkapi persenjataan lengkap untuk operasi memberantas ninja misterius. "Ninja manapun yang ingin mencari masalah dengan kami (polisi), akan berakhir di pemakaman Santa Cruz," ungkap Kepala Polisi Longuinhos Monteiro seperti dikutip The Straits Times, Selasa (6/4/2010).
Akibat ancaman ini Kepolisian Timor Leste mendeklarasikan perang terhadap kelompok ninja.
Aksi terakhir mengakibatkan tewasnya seorang gadis remaja berusia 15 tahun di Distrik Bobonaro, 22 Desember lalu, belum lagi kematian seorang bayi laki-laki di Covalima pada 19 Januari.
Kepala Polisi Longuinhos Monteiro mengerahkan pasukannya yang dilengkapi persenjataan lengkap untuk operasi memberantas ninja misterius. "Ninja manapun yang ingin mencari masalah dengan kami (polisi), akan berakhir di pemakaman Santa Cruz," ungkap Kepala Polisi Longuinhos Monteiro seperti dikutip The Straits Times, Selasa (6/4/2010).
Timor Leste Penjarakan 23 Pemberontak
DILI - Pengadilan di Timor Leste menetapkan 23 orang sebagai tersangka pelaku pemberontakan. Mereka dituduh mencoba melakukan upaya pembunuhan Presiden Jose Ramos Horta pada 2008 lalu.
Tersangka yang sebagian besar merupakan mantan anggota militer dan polisi Timor Leste, dijatuhkan hukuman penjara selama 16 tahun. Para tersangka ini merupakan anggota pihak keamanan yang dianggap desersi dan kemudian dianggap sebagai pihak pemberontak oleh Pemerintah Timor Leste.
Mereka dianggap sebagai pemberontak setelah berlangsung protes di tubuh keamanan Timor Leste yang berujung pada kerusuhan pada 2006.
Tersangka yang sebagian besar merupakan mantan anggota militer dan polisi Timor Leste, dijatuhkan hukuman penjara selama 16 tahun. Para tersangka ini merupakan anggota pihak keamanan yang dianggap desersi dan kemudian dianggap sebagai pihak pemberontak oleh Pemerintah Timor Leste.
Mereka dianggap sebagai pemberontak setelah berlangsung protes di tubuh keamanan Timor Leste yang berujung pada kerusuhan pada 2006.
Kisah Nyata soarang Jurnalis
Pengalaman di daerah rawan konflik Atambua
Pada 6 September 2000, tiga staf Kantor Perwakilan UNHCR di Atambua dibunuh sekelompok pengungsi Timor Timur pro-integrasi secara sangat mengenaskan. Setelah mereka membunuh, tiga jenasah itu dibakar di pekarangan Kantor perwakilan tersebut.
Saya menyaksikan betapa mengerikan proses pembakaran mayat-mayat itu. Walaupun masih menggelepar, tapi api terus membakar tubuh tiga korban keganasan para milisi itu. Beberapa staf UNHCR terpaksa melarikan diri dan bersembunyi di rumah kediaman Uskup Atambua Mgr Anton Pain Ratu,SVD yang berjarak sekitar 600 meter dari kantor UNHCR tersebut.
Pada 6 September 2000, tiga staf Kantor Perwakilan UNHCR di Atambua dibunuh sekelompok pengungsi Timor Timur pro-integrasi secara sangat mengenaskan. Setelah mereka membunuh, tiga jenasah itu dibakar di pekarangan Kantor perwakilan tersebut.
Saya menyaksikan betapa mengerikan proses pembakaran mayat-mayat itu. Walaupun masih menggelepar, tapi api terus membakar tubuh tiga korban keganasan para milisi itu. Beberapa staf UNHCR terpaksa melarikan diri dan bersembunyi di rumah kediaman Uskup Atambua Mgr Anton Pain Ratu,SVD yang berjarak sekitar 600 meter dari kantor UNHCR tersebut.
Kerusuhan di Timor Leste
Suatu Pernyataan dari La'o Hamutuk
Kekerasan di Dili pada hari Selasa dan Rabu minggu ini merupakan peristiwa yang serius, yang berdampak signifikan bagi masa depan Timor Leste. Peristiwa tersebut juga memberikan titik terang bagi isu-isu penting yang dihadapi oleh negara yang baru ini.
La'o Hamutuk menyatakan simpati kepada keluarga-keluarga dari orang-orang yang terbunuh dan kepada mereka yang terluka atau yang harta-bendanya dirusakkan. Dan kami percaya bahwa lembaga-lembaga dan agen internasional yang terlibat di Timor Leste, demikian juga pemerintah dan rakyat negeri ini, harus melihat baik kejadian tersebut dan tindakan-tindakan mereka serta mempelajari pelajaran bagi masa depan.
Pada saat ini, kami tidak tahu siapa yang mengarahkan massa, siapa yang lebih terlibat, atau rincian dari setiap peristiwa. Kebanyakan laporan media internasional mengenai kejadian-kejadian belum lama berselang menjadi tidak akurat, terlalu disederhanakan atau menghasut, dengan berfokus pada reaksi-reaksi yang salah memberikan informasi dari para warga asing Dili dari pada berpusat pada kejadian-kejadian yang sebenarnya. Selama tiga hari terakhir, La'o Hamutuk telah mengadakan pembicaraan dengan banyak warga Dili dan pengamat mengenai segala kejadian dimaksud. Kami tahu sedikit mengenai apa yang terjadi, dan ingin menawarkan sejumlah pengamatan awal dan rekomendasi.
Kekerasan di Dili pada hari Selasa dan Rabu minggu ini merupakan peristiwa yang serius, yang berdampak signifikan bagi masa depan Timor Leste. Peristiwa tersebut juga memberikan titik terang bagi isu-isu penting yang dihadapi oleh negara yang baru ini.
La'o Hamutuk menyatakan simpati kepada keluarga-keluarga dari orang-orang yang terbunuh dan kepada mereka yang terluka atau yang harta-bendanya dirusakkan. Dan kami percaya bahwa lembaga-lembaga dan agen internasional yang terlibat di Timor Leste, demikian juga pemerintah dan rakyat negeri ini, harus melihat baik kejadian tersebut dan tindakan-tindakan mereka serta mempelajari pelajaran bagi masa depan.
Pada saat ini, kami tidak tahu siapa yang mengarahkan massa, siapa yang lebih terlibat, atau rincian dari setiap peristiwa. Kebanyakan laporan media internasional mengenai kejadian-kejadian belum lama berselang menjadi tidak akurat, terlalu disederhanakan atau menghasut, dengan berfokus pada reaksi-reaksi yang salah memberikan informasi dari para warga asing Dili dari pada berpusat pada kejadian-kejadian yang sebenarnya. Selama tiga hari terakhir, La'o Hamutuk telah mengadakan pembicaraan dengan banyak warga Dili dan pengamat mengenai segala kejadian dimaksud. Kami tahu sedikit mengenai apa yang terjadi, dan ingin menawarkan sejumlah pengamatan awal dan rekomendasi.
Minggu, 01 Mei 2011
Komunitas eks tim kongres II
Kupang (ANTARA News) - Komunitas warga eks Timor-Timur yang tinggal dan menetap di Indonesia, pada 28 November 2010 akan menggelar Kongres Uni Timor Aswain (Untas), sebuah organisasi yang memayungi sekitar 11.000 lebih warga baru Indonesia itu.
Ketua Panitia Kongres Untas Joanico Cesario Belo, di Kupang, Sabtu, mengatakan, kongres itu digelar setelah berbagai persiapan teknis selesai termasuk menyatukan perbedaan persepsi terhadap Untas yang selama ini berkembang di kalangan tokoh dan pengurus.
Kupang (ANTARA News) - Komunitas warga eks Timor-Timur yang tinggal dan menetap di Indonesia, pada 28 November 2010 akan menggelar Kongres Uni Timor Aswain (Untas), sebuah organisasi yang memayungi sekitar 11.000 lebih warga baru Indonesia itu.
Ketua Panitia Kongres Untas Joanico Cesario Belo, di Kupang, Sabtu, mengatakan, kongres itu digelar setelah berbagai persiapan teknis selesai termasuk menyatukan perbedaan persepsi terhadap Untas yang selama ini berkembang di kalangan tokoh dan pengurus.
Penbentukan UNI TIMOR ASWAIN (UNTAS)
UNI TIMOR ASWAIN (UNTAS) Lahir dari nuasa budaya leluhur tanah yang di lambangkan dalam figur Persatuan, dan merupakan wadah tunggal yang diberi wewenang untuk mewakili seluruh warga Timor Timur yang setia kepada Bangsa Indonesia, berjiwa anti penjajahan dan anti kekerasan, menjunjung tinggi Hak Azasi Manusia dan Cinta Damai, Berjuang secara politik dari generasi ke generasi demi mewujudkan penyelesaian masalah Timor Timur secara terhormat, adil dan menyeluruh di alam perdamaian dan rekonsiliasi yang diilhami tradisi budaya dan relegi Insan Timoris.
Langganan:
Postingan (Atom)
