Sabtu, 23 Februari 2013

Timor Leste Tujuan Baru Diving


DILI-Timor Leste merupakan negara Asia Tenggara terbaru tujuan untuk menyelam. Sementara wilayah perbatasan dengan Timor Barat (Indonesia) mungkin sulit, Dili dan daerah Timur umumnya lebih aman.
Sebelumnya Portugis, Timor Leste merdeka pada tahun 1975 hanya sembilan hari. Tentara Indonesia kemudian pindah masuk Tidak sampai tahun 2002 Timor Leste diakui secara internasional sebagai negara merdeka.
Ada di utara Australia dan selatan Indonesia, Timor Leste meliputi bagian timur pulau Timor, Oecussi (Ambeno) wilayah di bagian barat laut pulau Timor dan pulau-pulau Atauro dan Jaco. Ibukotanya adalah Dili, juga punya bandara internasional.
Ada fasilitas medis terbatas di Timor Leste. Periksa bahwa Anda ditanggung dalam asuransi untuk evakuasi medis (untuk ke Australia atau Singapura). Jika Anda membutuhkan bantuan medis darurat selama perjalanan Anda, hubungi 110 dan meminta ambulans.
Ambil dolar AS yang merupakan mata uang lokal, dalam bentuk tunai atau cek perjalanan. Sistem perbankan yang terbatas di Timor Leste tidak akan bertukar Poundsterling atau Euro. Beberapa tempat menerima kartu kredit.http://timoroman.com/timor-leste-tujuan-baru-diving/

Ramos Horta Bela Warga Rohingya


DILI - Mantan Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta dan seorang bankir ternama dari Bangladesh, Muhammed Yunus, mengutarakan pembelaannya terhadap etnis Rohingya di Myanmar. Kedua Peraih Nobel Perdamaian itu menepis klaim yang menyebutkan, Rohingya adalah imigran gelap.
“Ada buktinya bahwa Rohingya sudah ada di Myanmar sejak Abad ke-8. Tidak dapat dibantah, komunitas Muslim itu sudah ada di Arakan sejak dulu. Mereka adalah keturunan etnis Benggala yang bermigrasi ke Arakan di era penjajahan,” ujar kedua tokoh itu, dalam tulisannya di Huffington Post, Jumat (22/2/2013).
“Warga minoritas Rohingya terus menderita akibat penyiksaan itu, lebih dari 1.000 warga Rohingya dibunuh dan ratusan lainnya diusir dari rumahnya dalam beberapa bulan,” tambahnya

Pertamina: Timor Leste Pasar BBM Potensial


DENPASAR— Pertumbuhan penjualan bahan bakar minyak di Timor Leste yang mencapai 20 persen pada tahun 2011 menjadikan negeri yang pernah tergabung dalam NKRI ini sebagai pasar potensial bagi Pertamina.
Untuk kebutuhan pemerintah, swasta, dan masyarakat Timor Leste, rata-rata setiap bulan Pertamina memasok 4 juta liter atau 4.000 kiloliter bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Premium, solar, avtur, dan pelumas.
“Semua produk BBM yang dijual Pertamina tidak ada yang bersubdidi,” kata Afandi, General Manager Fuel Retail Marketing Regional V Pertamina Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara, di Denpasar, Bali.
Karena nonsubsidi, harga premium di Timor Leste dapat mencapai Rp 10.000 per liter.
Untuk meningkatkan pelayanan sekaligus meminimalkan penyelundupan BBM bersubsidi dari Indonesia ke Timor Leste, dalam waktu dekat Pertamina akan menyiapkan stasiun pengisian BBM di daerah perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste.http://timoroman.com/pertamina-timor-leste-pasar-bbm-potensial/

Lembaga Keuangan Mikro Berjaya di Timor Leste


DILI-Keuangan mikro di Timor Leste telah lepas landas, dan itu membantu untuk menumbuhkan ekonomi  di utara Wilayah Australia itu.
Sebuah program yang dimulai dengan hanya $ US12000 (Rp 120 juta), telah tumbuh menjadi $ US2.8 juta (Rp 280 juta).
Orang Darwin asal Timor Leste Jose Gusmao, yang menjalankan program mengatakan, dia bekerja dengan Save The Children mengadakan acara amal di negara baru itu ketika mereka pertama kali membahas ide.
“Kami melihat bagaimana untuk mendapatkan kemandirian dan kemerdekaan,” katanya.
“Alat yang kita gunakan adalah keuangan mikro.”
Organisasi ini memberikan  $ US12, 000 sebagai dana awal.
“Saya adalah manajer program,” katanya, “Kami mulai dengan $ US12, 000 dan memiliki 145 klien di empat distrik, terutama perempuan.”
Program ini dimulai dengan tim terdiri dari tiga orang: Gusmao dan dua orang lain. Sekarang dijalankan oleh organisasi Timor Tuba pimpinan Rai Matin dan mempekerjakan sekitar 125 orang.
Anggota meminjam antara $ US50 (rp 500 ribu) hingga  $ US10, 000 (Rp 10 juta) untuk mendirikan toko-toko kecil, atau untuk membeli bibit dan alat-alat pertanian untuk bertani dan menjual sayuran.
“Jumlah pinjaman anggota rata-rata adalah $ US274 dan memiliki 7.519 peminjam. Pinjaman berjalan dari satu sampai tiga tahun, Pada tahun 2010 dan tingkat bunga bervariasi hingga 2 persen per bulan- cukup tinggi menurut standar Australia.
Gusmao mengatakan ada biaya operasi yang tinggi dengan administrasi keuangan mikro. Peminjam memasang bisnis mereka, aset dan tabungan sebagai jaminan, dengantingkat pengembalian sekitar 98 persen.

Minggu, 18 November 2012

Pertamina-Timor GAP Duet di Bumi Lorosae

Jakarta - PT Pertamina (Persero) dan Timor Gas E Petroleo, National Oil Company di Democratic Repbulic of Timur Leste, telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk pengembangan bisnis bersama di sektor minyak dan gas bumi (migas) di Bumi Lorosae, Timor Leste.

Penandatangan nota kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan dan President dan CEO Timor Gas E Petroleo Francisco dan Costa Monteiro di Jakarta, Jumat (15/6/2012).

Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan mengatakan, lingkup rencana kerja sama antara kedua belah pihak akan mencakup keseluruhan sektor bisnis minyak dan gas bumi, baik hulu, gas, pengolahan, pemasaran maupun untuk pengembangan SDM. Rencana kerja sama untuk sektor hulu dan pengolahan akan bersifat jangka panjang.

Adapun, tutur Karen, untuk sektor pemasaran persiapan rencana kerja sama akan dituntaskan dalam waktu dekat. Beberapa hal yang segera ditindaklanjuti dalam kerja sama tersebut meliputi pembangunan SPBU, pasokan BBM untuk Timor Leste, dan peluang kerja sama di sektor hilir lainnya.

Ia menjelaskan, setelah penandatanganan MoU, rencananya akan dilaksanakan studi bersama antara Pertamina dengan Timor GAP dalam bentuk working group terkait rencana kerja sama bisnis yang akan dilakukan. Pertamina dan Timor GAP akan segera membentuk suatu badan kerja sama bisnis yang akan menjadi model contoh overseas business Pertamina.

"Pertamina saat ini merupakan market leader di Timor Leste, terutama untuk bisnis hilir seperti BBM retail dan industri, avtur, LPG, dan pelumas. Untuk itu, kami sangat berkeinginan untuk mempererat kerja sama antara Pertamina dan Timor GAP, yang dengan itu akan semakin memperkokoh keberadaan Pertamina di Timor Leste," kata Karen.

Penandatanganan kerja sama yang dilakukan perseroan menggandeng Timor GAP dalam bisnis minyak dan gas bumi di Timor Leste, merupakan bentuk kepatuhan perusahaan terhadap regulasi setempat, di mana negara tersebut telah menerapkan UU Downstream Democratic Republic of Timor Leste (RDTL) Decree Law No 1/2012 pada 1 Februari 2012.

Melalui UU tersebut, pada article 9 diatur bahwa pelaku bisnis yang melaksanakan kegiatan usaha migas harus merupakan perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum RDTL. Selain itu, regulasi tersebut menetapkan kewajiban adanya participating interest oleh perusahaan lokal minimal 5%.

"Bisnis Pertamina di Timor Leste akan dijadikan sebagai sebuah model contoh overseas business Pertamina," ungkapnya.
http://www.centroone.com/news/2012/06/2ss/pertamina-timor-gap-duet-di-bumi-lorosae/printpage

Timor leste

Airports in Timor-Leste

 

Kamis, 01 November 2012

Kembali ke Index Topik Pilihan Kemenangan Matan Ruak Bukti Kecerdasan Xanana

emerhati masalah Timor Leste dari "East Timorese Indonesia Citizen Association" (ETICA) Florencio Mario Vieira mengatakan kemenangan Taur Matan Ruak dalam putaran kedua pemilihan presiden Timor Leste, Senin (16/4/2012), merupakan bukti kecerdasan Xanana Gusmao dalam membangun komunikasi politik.
"Dari sekitar empat ratus ribu suara yang telah dihitung hingga Selasa dini hari, mantan Panglima Angkatan Perang Timor Leste (FDTL) itu menang telak di 11 distrik, kecuali Viqueque dan Baucau, sedang saingannya Fransisco Guterres atau Lu-Olo menang tipis. Ini bukti kecerdasan Xanana dalam membangun komunikasi politik di Timor Leste," kata Mario kepada Antara dari Dili, Selasa (17/4/2012).
Dari total suara yang dihitung, pria  yang dilahirkan dengan nama Jose Maria de Casconselhos di Baguia, Distrik Baucau pada 10 Oktober 1956 itu meraih 235.299 suara atau sekitar 58,82 persen dari total 400.000 suara yang dihitung.
Sementara rival politik Taur yang sama-sama dari Partai Fretilin (Frente Revolucionaria de Timor Leste Independente), Lu-Olo yang juga Ketua Partai Fretilin dan mantan Ketua Parlemen Timor Leste 2002-2007 baru mengumpulkan 155.518 suara atau sekitar 38,87 persen dari total surat suara yang telah dihitung.