Pertemuan dengan Anand Krishna memang tak disengaja. Berawal dari sebuah iklan dengan judul "Bedah Buku NeoSpiritual HYPNOTHERAPY" inilah seakan menghipnotis penulis untuk tidak melewatkan acara tersebut, terlebih bertemu dan bertatap muka langsung dengan sang pengarang buku merupakan pengalaman yang patut untuk diceritakan di blog ini. Acara "Bedah buku NeoSpiritual HYPNOTHERAPY" berlangsung di toko buku gramedia, jalan merdeka kota Bandung. Acara dimulai pada pukul 15.00 sampai dengan pukul 17.00 WIB dan di isi dengan diskusi dan tanya jawab bersama Anand Krishna dan ibu Fanny anggriani. Para peserta yang hadir dalam acara bedah buku ini terdiri dari berbagai macam latar belakang profesi dan agama. Mereka begitu antusias untuk mendengarkan penjelasan Anand Krishna yang dikemas sedemikian rupa sehingga tetap menarik untuk diikuti.
Sejujurnya penulis tidak terlalu tertarik dengan hal-hal yang berbau hipnotis, tayangan di tivi dan daftar korban hipnotis yang ku baca di surat kabar atau majalah semakin menambah daftar akan ketidaksukaan pada hal-hal yang berbau hipnotis atau magis. Tapi kali ini aku seakan telah terhipnotis oleh seorang Anand krishna. Buku "NeoSpiritual HYPNOTHERAPY" Menjadi bacaan pertamaku dalam proses pembelajaran di Tana Sunda. Buku NeoSpiritual HYPNOTHERAPY sebagaimana yang tertulis di halaman awal merupakan rangkuman dari Master-Thesis sang pengarang untuk meraih gelar Master of Metaphysical Science di University of Methaphysics, Sedona-Amerika serikat. Buku NeoSpiritual HYPNOTHERAPY sebenarnya cocok untuk mereka yang telah mempraktekkan hypnotherapy selama beberapa tahun dan "setidaknya" telah menangani puluhan kasus, termasuk untuk mereka yang sudah menjadi pelatih (hal.4). Hipnotis dan hypnotherapy merupakan hal yang baru bagi penulis, jadi bagi para pengunjung blog yang punya keahlian atau pernah terlibat langsung dengan komunitas Anand Krishna, mohon di
Senin, 28 Mei 2012
Selasa, 31 Januari 2012
Xanana: Investor Indonesia Silahkan Masuk ke Timor Leste
REPUBLIKA.CO.ID, SUKOHARJO - Para pengusaha Indonesia diminta untuk menanamkan invetasi ke Timor Leste. Undangan itu disampaikan Perdana Menteri Timor Leste, Kay Rala Xanana Gusmao, "Masih terbuka lebar peluang pengusaha Indonesia yang akan menanamkan investasi disegala bidang di Negara Timor Leste, kata Xanana di Sukoharjo, Sabtu, saat berkunjung ke pabrik tekstil PT Sritex Sukoharjo, Jawa Tengah.
Perdana Menteri Timor Leste seusai bertemu dengan Presiden Direktur PT Sritex Iwan Setiawan Lukminto dan Presiden Komisaris PT Sritex HM Lukminto, melakukan aksi penanaman pohon jambu Desrsono di kompleks pabrik tersebut, dan terus melanjutkan peninjauan di pabrik tekstil tersebut.
Presiden Direktur PT Sritex Iwan Setiawan Lukminto, mengatakan dalam pertemuan dengan Xanana Gusmao memang telah mengundang PT Sritex untuk menanamkan investasi di negara tersebut. "Kami sangat senang di undang untuk datang ke Timor Leste dan nanti akan dijajaki dulu untuk berinvestasi di negara tersebut," katanya.
"Apa yang disampai oleh Perdana Menteri Timor Leste dalam pertemuan tadi semua itu baru tawaran dan ini masih perlu dilakukan tindak lanjut dulu. Jangkauannya masih panjang, saya harus mengetahui kondisi disana secara pasti dulu baik mengenai pasar maupun lainnya," kata Iwan.http://www.republika.co.id//berita/internasional/global/12/01/28/lyi3lq-xanana-investor-indonesia-silahkan-masuk-ke-timor-leste
Perdana Menteri Timor Leste seusai bertemu dengan Presiden Direktur PT Sritex Iwan Setiawan Lukminto dan Presiden Komisaris PT Sritex HM Lukminto, melakukan aksi penanaman pohon jambu Desrsono di kompleks pabrik tersebut, dan terus melanjutkan peninjauan di pabrik tekstil tersebut.
Presiden Direktur PT Sritex Iwan Setiawan Lukminto, mengatakan dalam pertemuan dengan Xanana Gusmao memang telah mengundang PT Sritex untuk menanamkan investasi di negara tersebut. "Kami sangat senang di undang untuk datang ke Timor Leste dan nanti akan dijajaki dulu untuk berinvestasi di negara tersebut," katanya.
"Apa yang disampai oleh Perdana Menteri Timor Leste dalam pertemuan tadi semua itu baru tawaran dan ini masih perlu dilakukan tindak lanjut dulu. Jangkauannya masih panjang, saya harus mengetahui kondisi disana secara pasti dulu baik mengenai pasar maupun lainnya," kata Iwan.http://www.republika.co.id//berita/internasional/global/12/01/28/lyi3lq-xanana-investor-indonesia-silahkan-masuk-ke-timor-leste
Xanana Gusmao Pesan Seragam Militer Timor Leste ke Sritex
SUKOHARJO - Perdana Menteri Timor Leste, Xanana Gusmao, mengunjungi persusahaan tekstil PT Sri Rejeki Isman Textil (Sritex), Sukaharjo, Jawa Tengah.
Selain menindaklanjuti pemesanan seragam tentara dan polisi gelombang kedua, pemimpin Timor Leste itu juga mengajak pabrik tekstil terbesar di Asia Tenggara ini untuk berinvestasi di Timor Leste.
"Kunjungan saya ini ke pabrik tekstil Sritex untuk kembali memesan seragam Tentara dan Polisi Timor Leste,"papar Kay Rala Xanana Gusmao kepada wartawan di Sritex, Sukoharjo, Sabtu, (28/1/2012).
Kedatangannya ke Sritex, kata dia, juga untuk menjajaki kemungkinan Sritex melebarkan sayapnya dengan berinvestasi ke Timor Leste. "Perusahaan ini sangat besar. Oleh sebab itu, dalam pertemuan ini kami ingin melakukan kerjasama dengan mengajak berinventasi ke Timor Leste," kata Xanana.
Selain menindaklanjuti pemesanan seragam tentara dan polisi gelombang kedua, pemimpin Timor Leste itu juga mengajak pabrik tekstil terbesar di Asia Tenggara ini untuk berinvestasi di Timor Leste.
"Kunjungan saya ini ke pabrik tekstil Sritex untuk kembali memesan seragam Tentara dan Polisi Timor Leste,"papar Kay Rala Xanana Gusmao kepada wartawan di Sritex, Sukoharjo, Sabtu, (28/1/2012).
Kedatangannya ke Sritex, kata dia, juga untuk menjajaki kemungkinan Sritex melebarkan sayapnya dengan berinvestasi ke Timor Leste. "Perusahaan ini sangat besar. Oleh sebab itu, dalam pertemuan ini kami ingin melakukan kerjasama dengan mengajak berinventasi ke Timor Leste," kata Xanana.
Xanana Kunjungi Pabrik Tekstil Sritex
SUKOHARJO, KOMPAS.com — Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao mengunjungi pabrik tekstil dan garmen PT Sri Rejeki Isman Textile (Sritex) di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (28/1/2012). Kunjungan tidak resminya ini untuk melihat aktivitas pabrik karena sebelum ini Timor Leste telah memesan seragam untuk angkatan daratnya dari PT Sritex.
Rencananya selain melanjutkan pemesanan, Pemerintah Timor Leste juga akan menambah pesanan untuk matra lainnya serta polisi dan pegawai negeri sipil.
”Kami juga ingin mengundang Sritex untuk menanamkan investasinya di negara kami,” kata Xananahttp://internasional.kompas.com/read/2012/01/28/15084797/Xanana.Kunjungi.Pabrik.Tekstil.Sritex
Rencananya selain melanjutkan pemesanan, Pemerintah Timor Leste juga akan menambah pesanan untuk matra lainnya serta polisi dan pegawai negeri sipil.
”Kami juga ingin mengundang Sritex untuk menanamkan investasinya di negara kami,” kata Xananahttp://internasional.kompas.com/read/2012/01/28/15084797/Xanana.Kunjungi.Pabrik.Tekstil.Sritex
RI-Timor Leste gelar festival perbatasan
KUPANG, KOMPAS.com--Kementerian Kebudayaan Pariwisata RI bekerja sama Pemerintah Timor Leste menggelar festival budaya perbatasan di Kabupaten Atambua Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Kegiatan tersebut akan diselenggarakan selama tiga hari yaitu pada 20 hingga 23 Oktober 2011," kata Direktur Promosi Pariwisata Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI Faried Martolo di Kupang, Senin.
Dia mengatakan, sejumlah persiapan sudah dan sedang dilakukan dengan terus membangun komunikasi dengan pihak negara Timor Leste baik melalui Duta Besar Timor Leste di Jakarta juga dengan Kementerian Perdagangan dan Pariwisata Timor Leste di Dili.
"Prinsipnya dua pihak sudah setuju untuk melakukan kegiatan promosi budaya tersebut di Atamabua," kata Faried.
Dia mengatakan, tujuan dari kegiatan itu untuk kembali mempererat hubungan tali persaudaraan antarwarga di antara dua negara yang memiliki latar budaya yang sama.
Selain itu juga untuk mempromosikan potensi budaya dan pariwisata dua negera, khusunya pariwisata dan budaya NTT sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan negera Timor Leste itu.
Menurut dia, sejumlah kegiatan yang akan meramaikan kegiatan festival perbatasan itu, di antaranya, konser musik yang melibatkan masing-masing negara, pagelaran seni dan buaya, festival alat musik sasando dari NTT, pemutaran film, pasar malam, pameran, kuliner dua negera serta olahraga yang akan menampilkan pertamdingan persahabatan sepak bola dua negera.
"Semua persiapan sudah dilakukan juga termasuk melakukan komunikasi denbgan sejumlah instansi terkait seperti Kementerian Luar Negeri, Kementerian Hukum dan HAM berkaitan dengan imigrasi serta aparat keamanan," kata Faried.
Kegiatan tersebut, katanya, akan difasilitasi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTT dan Pemerintah Kabupaten Belu.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwista NTT Abraham Klakik pada kesempatan itu mengatakan, kegiatan itu dimaksudkan untuk mengembangkan kebudayaan dan pasriwisata di dua negara khususnya NTT karena memiliki karakteristik serta kultur budaya yang sama.
Upaya ini lanjut Klakik yang didampingi oleh staf bidang promosi Disbudpar NTT Bonafentura Rumat itu, karena kekhawatiran akan modernisasi di bidang seni yang akan berpengaruh kepada lunturnya budaya asli yang memiliki kandungan nilai seni yang sangat tinggi.
Dia berharap dengan kegiatan ini, potensi budaya, kesenian dan pariwisata di dua negera khususnya di NTT bisa menjadi bidikan bagi para pencinta seni budaya dan pariwisata dalam maupun luar negeri untuk datang dan menikmatinya.
"Itu target yang mau dikedepankan dalam kegiatan ini," kata Klakik.http://internasional.kompas.com/read/2011/09/28/15502581/RI-Timor.Leste.gelar.festival.perbatasan
"Kegiatan tersebut akan diselenggarakan selama tiga hari yaitu pada 20 hingga 23 Oktober 2011," kata Direktur Promosi Pariwisata Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI Faried Martolo di Kupang, Senin.
Dia mengatakan, sejumlah persiapan sudah dan sedang dilakukan dengan terus membangun komunikasi dengan pihak negara Timor Leste baik melalui Duta Besar Timor Leste di Jakarta juga dengan Kementerian Perdagangan dan Pariwisata Timor Leste di Dili.
"Prinsipnya dua pihak sudah setuju untuk melakukan kegiatan promosi budaya tersebut di Atamabua," kata Faried.
Dia mengatakan, tujuan dari kegiatan itu untuk kembali mempererat hubungan tali persaudaraan antarwarga di antara dua negara yang memiliki latar budaya yang sama.
Selain itu juga untuk mempromosikan potensi budaya dan pariwisata dua negera, khusunya pariwisata dan budaya NTT sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan negera Timor Leste itu.
Menurut dia, sejumlah kegiatan yang akan meramaikan kegiatan festival perbatasan itu, di antaranya, konser musik yang melibatkan masing-masing negara, pagelaran seni dan buaya, festival alat musik sasando dari NTT, pemutaran film, pasar malam, pameran, kuliner dua negera serta olahraga yang akan menampilkan pertamdingan persahabatan sepak bola dua negera.
"Semua persiapan sudah dilakukan juga termasuk melakukan komunikasi denbgan sejumlah instansi terkait seperti Kementerian Luar Negeri, Kementerian Hukum dan HAM berkaitan dengan imigrasi serta aparat keamanan," kata Faried.
Kegiatan tersebut, katanya, akan difasilitasi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTT dan Pemerintah Kabupaten Belu.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwista NTT Abraham Klakik pada kesempatan itu mengatakan, kegiatan itu dimaksudkan untuk mengembangkan kebudayaan dan pasriwisata di dua negara khususnya NTT karena memiliki karakteristik serta kultur budaya yang sama.
Upaya ini lanjut Klakik yang didampingi oleh staf bidang promosi Disbudpar NTT Bonafentura Rumat itu, karena kekhawatiran akan modernisasi di bidang seni yang akan berpengaruh kepada lunturnya budaya asli yang memiliki kandungan nilai seni yang sangat tinggi.
Dia berharap dengan kegiatan ini, potensi budaya, kesenian dan pariwisata di dua negera khususnya di NTT bisa menjadi bidikan bagi para pencinta seni budaya dan pariwisata dalam maupun luar negeri untuk datang dan menikmatinya.
"Itu target yang mau dikedepankan dalam kegiatan ini," kata Klakik.http://internasional.kompas.com/read/2011/09/28/15502581/RI-Timor.Leste.gelar.festival.perbatasan
Sepotong "Surga" di Tepian Batas Indonesia
KOMPAS.com - Jangan mengaku sudah menjelajahi pantai-pantai terindah di Indonesia jika Anda belum berkunjung ke Pantai Dulibala. Sepotong surga kecil di perbatasan antara Indonesia dengan Timor Leste itu berlokasi di Desa Elok, Kecamatan Alor Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pantai dengan keindahan warna gradasi hijau dan biru yang kontras dengan pasir putihnya ini. Penuh keelokan yang akan mengundang decak kagum dari pengunjung. Pesisir pantainya memanjang sekitar 1,5 kilometer yang dibatasi oleh perbukitan karang.
Salah satu objek yang menarik adalah perbukitan karang yang berlubang di tengahnya karena abrasi ombak sepanjang waktu. Masyarakat setempat biasa menyebutnya "batu lobang". Untuk menuju ke "batu lobang", pengunjung harus memanjat agar dapat mengitari bukit karang terjal.
Meskipun keindahannya cukup termasyhur di kalangan warga pesisir Alor Timur, pantai ini masih tergolong sangat sepi pengunjung. Hal itu disebabkan karena perjalanan menuju ke Dulibala harus melewati medan yang cukup sulit. Hanya kendaraan tertentu yang bisa sampai ke pantai ini.
Jika pengunjung berasal dari luar NTT, bisa merapat di dermaga Kalabahi atau jika menggunakan pesawat bisa mendarat di bandara Mali. Kalabahi adalah ibu kota Kabupaten Alor. Untuk menuju Kecamatan Alor Timur pengunjung harus melewati perjalanan darat selama 5 jam dengan panser atau oto penumpang hingga Desa Maritaing, ibu kota Kecamatan Alor Timur.
Dari Desa Maritaing, pengunjung masih harus melanjutkan perjalanan dengan medan perbukitan kapur yang terjal dengan motor atau mobil 4WD. Dibutuhkan sekitar 45 menit untuk mencapai Pantai Dulibala. Meskipun medan sulit, tetapi pengunjung akan termanjakan dengan pemandangan pantai dan padang ilalang di sepanjang jalan.
Medan perjalanan yang sangat sulit tersebut membuat hanya sedikit wisatawan yang mau mengunjungi objek wisata ini. Untuk menuju ke sana pun harus ada warga setempat yang menjadi pemandu perjalanan. Padahal pantai ini bisa menjadi sebuah objek wisata untuk menambah daftar kunjungan wisatawan perbatasan.
Yang lebih menarik, saat Kompas.com berkunjung ke pantai ini, warga sengaja membeli ikan langsung dari nelayan untuk dibakar di pantai. Ikan belo-belo adalah salah satu ikan khas daerah ini. Sedangkan untuk minuman, pengunjung bisa langsung mengambil dari sumur air tawar yang sangat segar dan bersih meskipun jaraknya hanya 15 meter dari pantai.
Karena jauh dari pemukiman penduduk, pantai ini juga memberikan perasaan damai dan tenang. Memberi pengunjung waktu untuk menikmati sensasi wisata perbatasan Indonesia.http://internasional.kompas.com/read/2011/09/15/09011753/Sepotong.Surga.di.Tepian.Batas.Indonesia
Pantai dengan keindahan warna gradasi hijau dan biru yang kontras dengan pasir putihnya ini. Penuh keelokan yang akan mengundang decak kagum dari pengunjung. Pesisir pantainya memanjang sekitar 1,5 kilometer yang dibatasi oleh perbukitan karang.
Salah satu objek yang menarik adalah perbukitan karang yang berlubang di tengahnya karena abrasi ombak sepanjang waktu. Masyarakat setempat biasa menyebutnya "batu lobang". Untuk menuju ke "batu lobang", pengunjung harus memanjat agar dapat mengitari bukit karang terjal.
Meskipun keindahannya cukup termasyhur di kalangan warga pesisir Alor Timur, pantai ini masih tergolong sangat sepi pengunjung. Hal itu disebabkan karena perjalanan menuju ke Dulibala harus melewati medan yang cukup sulit. Hanya kendaraan tertentu yang bisa sampai ke pantai ini.
Jika pengunjung berasal dari luar NTT, bisa merapat di dermaga Kalabahi atau jika menggunakan pesawat bisa mendarat di bandara Mali. Kalabahi adalah ibu kota Kabupaten Alor. Untuk menuju Kecamatan Alor Timur pengunjung harus melewati perjalanan darat selama 5 jam dengan panser atau oto penumpang hingga Desa Maritaing, ibu kota Kecamatan Alor Timur.
Dari Desa Maritaing, pengunjung masih harus melanjutkan perjalanan dengan medan perbukitan kapur yang terjal dengan motor atau mobil 4WD. Dibutuhkan sekitar 45 menit untuk mencapai Pantai Dulibala. Meskipun medan sulit, tetapi pengunjung akan termanjakan dengan pemandangan pantai dan padang ilalang di sepanjang jalan.
Medan perjalanan yang sangat sulit tersebut membuat hanya sedikit wisatawan yang mau mengunjungi objek wisata ini. Untuk menuju ke sana pun harus ada warga setempat yang menjadi pemandu perjalanan. Padahal pantai ini bisa menjadi sebuah objek wisata untuk menambah daftar kunjungan wisatawan perbatasan.
Yang lebih menarik, saat Kompas.com berkunjung ke pantai ini, warga sengaja membeli ikan langsung dari nelayan untuk dibakar di pantai. Ikan belo-belo adalah salah satu ikan khas daerah ini. Sedangkan untuk minuman, pengunjung bisa langsung mengambil dari sumur air tawar yang sangat segar dan bersih meskipun jaraknya hanya 15 meter dari pantai.
Karena jauh dari pemukiman penduduk, pantai ini juga memberikan perasaan damai dan tenang. Memberi pengunjung waktu untuk menikmati sensasi wisata perbatasan Indonesia.http://internasional.kompas.com/read/2011/09/15/09011753/Sepotong.Surga.di.Tepian.Batas.Indonesia
Langganan:
Postingan (Atom)