ATAMBUA, KOMPAS.com - Seorang anggota polisi PBB asal Pakistan Letnan Kamran Khan yang sehari hari bergabung dalam tim Satgas Pengaman Perbatasan Timor Leste - Nusa Tenggara Timur, Kamis (1/9/2011) pagi tewas setelah tenggelam di perairan pantai di sekitar Mota Ain. Lokasi musibah itu masuk wilayah Timor Leste.
Kepala Divisi Imigrasi Kanwil Hukum dan HAM NTT, Ramlee Siahaan, Jumat (2/9/2011) jelang malam mengakui, korban adalah satu dari 13 anggota polisi PBB. Mereka, Kamis pagi sempat berhubungan dengan Wijai Umar, petugas Imigrasi Atambua, NTT, di Mota Ain, pintu utama perlintasan NTT - Timor Leste atau sebaliknya.
Maksud kedatangan belasan polisi PBB itu meminta izin petugas Imigrasi Atambua di Mota Ain agar mereka bhsa mandi mandi sambil rekreasi di perairan pantai sekitar Mota Ain wilayah NTT. Namun permintaan itu ditolak karena mereka tidak membawa serta dokumen lengkap.
Karena pemintaan ditolak, korban bersama 12 rekannya mundur dan memarkir dua mobil tumpangan mereka di Batugade, Timor Leste, tidak jauh dari tapal batas Mota Ain.
"Mereka tetap meneruskan niatnya mandi mandi di pantai, namun di perairan wilayah Timor Leste di sekitar tapal batas itu," tutur Ramlee Siahaan setelah memperoleh penjelasan dari petugas lapangannya, Wijai Umar.
Selasa, 31 Januari 2012
Panglima Militer Timor Leste Mundur
DILI, KOMPAS.com - Panglima militer Timor Leste, Taur Matan Ruak, mengundurkan diri dari jabatannya, Jumat (2/9/2011), kata seorang pejabat senior, menjelang pemilihan presiden tahun depan di mana ia diduga kuat akan ikut mencalonkan diri.
Wakil Perdana Menteri Jose Luis Guterres mengatakan, Mayjen Ruak mengajukan surat pengunduran diri sebagai panglima angkatan bersenjata negara itu kepada kabinet, yang bersidang di ibu kota Dili. "Surat itu telah diterima pemerintah," katanya tanpa menjelaskan lebih jauh mengenai alasan-alasan Ruak mundur.
Veteran perjuangan perlawanan Timor Leste menghadapi Indonesia itu dilaporkan akan mmpersiapkan diri untuk ikut dalam pemilihan presiden Maret mendatang, menghadapi pemimpin sekarang Jose Ramos-Horta. Horta, peraih Nobel Perdamaian, belum mengumumkan secara terbuka ia akan mencalonkan diri kembali bagi pemilihan presiden, tetapi Guterres mengatakan dalam beberapa bulan belakangan ini "sangat jelas" bahwa ia berniat untuk mencalonkan diri kembali bagi pemilihan presiden itu.
Pada Agustus, Timor Leste secara resmi membubarkan milisi Falintil yang pro-kemerdekaan, yang berperang menghadapi pasukan Indonesia selama lebih dari lebih dari dua dasa warsa. Timor Leste menjadi sebuah negara merdeka penuh tahun 2002. http://internasional.kompas.com/read/2011/09/02/15372245/Panglima.Militer.Timor.Leste.Mundur
Wakil Perdana Menteri Jose Luis Guterres mengatakan, Mayjen Ruak mengajukan surat pengunduran diri sebagai panglima angkatan bersenjata negara itu kepada kabinet, yang bersidang di ibu kota Dili. "Surat itu telah diterima pemerintah," katanya tanpa menjelaskan lebih jauh mengenai alasan-alasan Ruak mundur.
Veteran perjuangan perlawanan Timor Leste menghadapi Indonesia itu dilaporkan akan mmpersiapkan diri untuk ikut dalam pemilihan presiden Maret mendatang, menghadapi pemimpin sekarang Jose Ramos-Horta. Horta, peraih Nobel Perdamaian, belum mengumumkan secara terbuka ia akan mencalonkan diri kembali bagi pemilihan presiden, tetapi Guterres mengatakan dalam beberapa bulan belakangan ini "sangat jelas" bahwa ia berniat untuk mencalonkan diri kembali bagi pemilihan presiden itu.
Pada Agustus, Timor Leste secara resmi membubarkan milisi Falintil yang pro-kemerdekaan, yang berperang menghadapi pasukan Indonesia selama lebih dari lebih dari dua dasa warsa. Timor Leste menjadi sebuah negara merdeka penuh tahun 2002. http://internasional.kompas.com/read/2011/09/02/15372245/Panglima.Militer.Timor.Leste.Mundur
Berubah Sikap, Horta Jadi Capres Timor Leste
VIVAnews - Setelah sempat mengumumkan tidak akan kembali mencalonkan diri dalam Pemilihan Umum di Timor Leste tahun ini, Presiden Ramos Horta berubah pikiran. Ia memutuskan untuk menjadi salah satu kandidat Presiden pada pemilu 17 Maret mendatang.
Menurut ABC News, Selasa 31 Januari 2012, Horta mengumumkan pencalonannya kembali lewat situs resmi kepresidenan. Dia juga mengaku berubah pikiran setelah menerima petisi lebih dari 100 ribu orang yang memintanya kembali memimpin.
Dalam bursa pilpres mendatang, pria yang memerintah sejak 2007 ini akan berhadapan dengan sembilan kandidat lainnya. Pemimpin kaum oposisi Francisco 'Lu Olo' Guterres dan mantan kepala angkatan bersenjata Taur Matar Ruak adalah beberapa saingan kuatnya.
Sebuah sumber yang dekat dengan Horta menyebutkan, keikutsertaan peraih Nobel Perdamaian 1996 ini dalam bursa pilpres akan membuat suara Fretilin terpecah karena terbagi untuk Horta dan Guterres.
Menurut ABC News, Selasa 31 Januari 2012, Horta mengumumkan pencalonannya kembali lewat situs resmi kepresidenan. Dia juga mengaku berubah pikiran setelah menerima petisi lebih dari 100 ribu orang yang memintanya kembali memimpin.
Dalam bursa pilpres mendatang, pria yang memerintah sejak 2007 ini akan berhadapan dengan sembilan kandidat lainnya. Pemimpin kaum oposisi Francisco 'Lu Olo' Guterres dan mantan kepala angkatan bersenjata Taur Matar Ruak adalah beberapa saingan kuatnya.
Sebuah sumber yang dekat dengan Horta menyebutkan, keikutsertaan peraih Nobel Perdamaian 1996 ini dalam bursa pilpres akan membuat suara Fretilin terpecah karena terbagi untuk Horta dan Guterres.
Ramos Horta Maju ke Pilpres 2012
DILI, KOMPAS.com — Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta akan mencalonkan diri kembali pada pemilihan presiden yang akan dilaksanakan pada Maret mendatang, demikian istana kepresidenan mengumumkan, Selasa (31/1/2012).
"Pemenang Nobel Perdamaian Jose Ramos Horta mengumumkan hari ini bahwa dia akan mencalonkan diri lagi pada pemilihan presiden Timor Leste pada 17 Maret," demikian pengumuman yang bisa dibaca di laman resmi presiden.
Sekitar 10 kandidat presiden akan bertarung dalam pilpres tahun ini, termasuk tokoh oposisi Francisco "Lu Olo" Guterres dan mantan panglima angkatan bersenjata Mayor Jenderal Taur Matar Ruak.
Banyak pengamat memprediksi pilpres kali ini akan menjadi pertarungan antara tiga kandidat terkuat, yakni Horta sebagai calon petahana (incumbent), Lu Olo, dan Ruak. Pilpres ini akan digelar saat pasukan perdamaian PBB bersiap meninggalkan negeri yang merdeka dari Indonesia pada 1999 itu.
Pada 2007, Horta maju sebagai calon independen, tetapi mendapat dukungan dari Perdana Menteri Xanana Gusmao dan Partai Kongres Nasional untuk Rekonstruksi Timor Timur (CNRT). Ketika itu, Horta merebut 69 persen suara dan mengalahkan Lu Olo dalam pemilihan umum yang berlangsung dua putaraSebelumnya, Horta yang menerima Nobel Perdamaian bersama Uskup Timor Timur Carlos Felipe Ximenes Belo berkali-kali membantah akan maju lagi dalam pilpres.
"Pemenang Nobel Perdamaian Jose Ramos Horta mengumumkan hari ini bahwa dia akan mencalonkan diri lagi pada pemilihan presiden Timor Leste pada 17 Maret," demikian pengumuman yang bisa dibaca di laman resmi presiden.
Sekitar 10 kandidat presiden akan bertarung dalam pilpres tahun ini, termasuk tokoh oposisi Francisco "Lu Olo" Guterres dan mantan panglima angkatan bersenjata Mayor Jenderal Taur Matar Ruak.
Banyak pengamat memprediksi pilpres kali ini akan menjadi pertarungan antara tiga kandidat terkuat, yakni Horta sebagai calon petahana (incumbent), Lu Olo, dan Ruak. Pilpres ini akan digelar saat pasukan perdamaian PBB bersiap meninggalkan negeri yang merdeka dari Indonesia pada 1999 itu.
Pada 2007, Horta maju sebagai calon independen, tetapi mendapat dukungan dari Perdana Menteri Xanana Gusmao dan Partai Kongres Nasional untuk Rekonstruksi Timor Timur (CNRT). Ketika itu, Horta merebut 69 persen suara dan mengalahkan Lu Olo dalam pemilihan umum yang berlangsung dua putaraSebelumnya, Horta yang menerima Nobel Perdamaian bersama Uskup Timor Timur Carlos Felipe Ximenes Belo berkali-kali membantah akan maju lagi dalam pilpres.
Ramos Horta Akan Ikut Pemilihan Presiden Timor Leste
Dili - Presiden Timor Leste Ramos-Horta akan berusaha untuk masa jabatan keduanya dalam pemilihan umum Maret 2012, demikian pernyataan kantornya, Selasa (31/1), saat negara itu menyelenggarakan pemilihan umum untuk pertama kali sejak usaha pembunuhan terhadap dirinya.
Pemilihan umum itu, kedua setelah Timor Leste merdeka, diselenggarakan pada saat memperingati 10 tahun kemerdekaan dan kekhawatiran muncul bahwa stabilitas negara yang kaya minyak itu dapat diuji.
Sekitar 10 kandidat presiden akan ikut bertarung termasuk dari oposisi Francisco "Lu Olo" Guterres dan mantan panglima angkatan bersenjata Mayjen Taur Matar Ruak.
Orang-orang dalam mengatakan pemilihan umum itu akan menjadi pertarungan tiga kandidat Ramos Horta, 63 tahun , Lu Olo dan Ruak.
Pemilihan umum itu, kedua setelah Timor Leste merdeka, diselenggarakan pada saat memperingati 10 tahun kemerdekaan dan kekhawatiran muncul bahwa stabilitas negara yang kaya minyak itu dapat diuji.
Sekitar 10 kandidat presiden akan ikut bertarung termasuk dari oposisi Francisco "Lu Olo" Guterres dan mantan panglima angkatan bersenjata Mayjen Taur Matar Ruak.
Orang-orang dalam mengatakan pemilihan umum itu akan menjadi pertarungan tiga kandidat Ramos Horta, 63 tahun , Lu Olo dan Ruak.
Minggu, 29 Januari 2012
Jornalista Livre Atu Halo Kobertura Maibe Tenke Hatama Pedidu Ba STAE
Dili-MLP,Média Inprensa ne’ebé agora dadaun ejisti iha Timor Leste relasiona ho Eleisaun Jeral Presidensial no Parlametar Jornalista sira livre atu tuir Eleisaun iha fatin ne’ebé deit mak STAE determina miabe atu asesu iha fatin ne’ebe deit tenke hatama pedido ba STAE.
Tuir Direitur STAE, Tomas Cabral hateten katak hahu agora Departamentu Média Informasaun fo ona kredensial ba média hotu-hotu atu bele hatama pedido hodi livre atu halo Kobertura iha fatin ne’ebé deit mak Joralista sira atu halo Kobertura.
“Media hotu-hotu ne’ebe ejisti ona iha Timor Leste atu bele hatama pedido atu nune bele hetan keredensial husi ESTAE atu nune jornalista sira bele asesu iha fatin ne’ebe deit mak iha Centru Votasaun atu nune jornalista sira bele halo Kobertura”dehan Tomas Cabaral iha nian Knar fatin Caicoli Sexta (27/01)
Nan mos informa tan katak banhira media sira seidauk hatama pedido hodi hetan Kredensial husi STAE ne’e sei hetan impedemntu ba jornalista sira atu halo kobertura tamba kodigu konduta ba media ne’e iha tia ona,aprova husi Comisaun Nasional da Eleisaoens (CNE)“Media hotu-hotu tenke hatama pedido atu nune bele hetan Kredensial husi STAE atu nune jornailsita sira bele halo kobertura iha Eleisaun se lae sei hetan impedementu tamba kodigu Konduta ba media ne’e iha tea ona,aprova husi CNE”dehan nian.
Langganan:
Postingan (Atom)