Jumat, 23 Desember 2011

Timor Putra Nasional Masih Punya Utang Rp2,3 T

JAKARTA - Masih ingat dengan perusahaan PT Timor Putra Nasional (PT TPN) milik Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto? Walau kini perusahaannya sudah tidak memproduksi mobil merek Timor, tapi ternyata perusahaan tersebut masih membukukan utang kepada negara hingga Rp2,374 triliun. Pemerintah pun kini mendesak untuk yang harus segera diselesaikan.

Demikian disampaikan oleh Kepala Biro Hukum dan Humas Kementerian Keuangan Harry Z Soeratin, dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (19/4/2010).

Adapun kronologis asal usul utang tersebut bermula pada PT TPN memperoleh fasilitas kredit dari Bank Bumi Daya (sekarang Bank Mandiri) dengan jaminan kredit antara lain dana rekening giro  dan rekening deposito atas nama PT TPN pada Bank Bumi Daya.

Namun karena utang TPN tersebut macet, maka pada 31 Maret 1999 utang PT TPN tersebut telah dialihkan oleh Bank Bumi Daya kepada Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Dan pada 30 April 2003, BPPN menjual dan mengalihkan utang PT TPN kepada PT Vista Bella Pratama (PT VBP).

Menkeu Cairkan Rekening Timor Putra Nasional Rp1,2 T

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani memerintahkan kepada Bank Mandiri untuk mencairkan rekening jaminan kredit PT Timor Putra Nasional (TPN) senilai Rp1,225 triliun.

Jaminan kredit itu berupa rekening deposito, giro, dan lainnya. Sebagaimana tercantum dalam pembukuan Bank Mandiri, rekening itu merupakan pengalihan dari Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) yang saat ini berada di bawah kendali Menteri Keuangan. Karena BPPN sudah dibubarkan.

"Demi kepentingan mengamankan keuangan negara, pencairan dilakukan pada 27 Agustus 2008," ujar Menkeu Sri Mulyani, di Jakarta, Jumat (29/8/2008).

Pencairan dana tersebut dilakukan karena jaminan kredit tidak termasuk yang dialihkan kepada pembeli piutang. "Jadi waktu itu ketika kredit macet, utang-utangnya kepada bank-bank pemerintah tidak dibayar," ujarnya.

Maka BPPN mengambil seluruh aset dari TPN, dan kemudian dijual pada pihak ketiga, yakni PT Vista Bella Pratama seharga USD445 miliar. "Tidak logis kalau BPPN menjual sebesar USD445 miliar. Dana itu termasuk di dalamnya rekening yang senilai Rp1,225 triliun," ujarnya.

Kemudian, lanjut Sri Mulyani, setelah KPK melakukan penelitian, ternyata di dalam transaksi tersebut ditemukan benturan kepentingan. Adapun pihak Vista Bella Pratama masih memiliki hubungan keterkaitan dengan TPN.

Depkeu Akan Lawan Putusan Pengembalian Aset Timor

JAKARTA - Departemen Keuangan melakukan perlawanan (verzet) atas peringatan pengadilan untuk mengembalikan uang negara sebesar Rp1,2 triliun kepada Timor Putra Nasional (TPN).

Ini merespons surat peringatan (aamaning) yang diterbitkan PN Jakarta Selatan, Rabu pekan ini, agar uang itu dikembalikan, maksimal pada 27 November 2008 mendatang.

"Kita lakukan perlawanan atau verzet," kata Direktur Jenderal Kekayaan Negara Depkeu Hadiyanto, di Gedung E, Kantor Depkeu Jakarta, Jumat (21/11/2008) sore.

Uang sengketa itu awalnya tersimpan di Bank Mandiri terdiri dari USD3.974,94 dan Rp1,027 triliun, dan telah diambil alih ke kas Bendaharan Umum Negara, pada Agustus 2008. Penarikan itu dilakukan Depkeu meski saat itu belum ada keputusan MA mengenai kasasi TPN yang mengklaim dana itu miliknya.

"Aset negara sudah ada di Menkeu, jadi tidak ada keraguan pemerintah untuk mengamankan itu," kata Hadiyanto.

2011, Timor Leste Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 13%

DEPOK - Pemerintah negara Timor Leste optimistis akan kembali meraih pertumbuhan ekonomi yang siginifikan di 2011 dengan meningkatkan sumber daya alam dan manusia negara tersebut.

Pemerintah Timor Leste mengklaim periode 2009-2010 pertumbuhan ekonomi negara tersebut berhasil menduduki peringkat sepuluh besar dunia dengan hampir mencapai 13 persen.

Menteri Ekonomi Pembangunan Timor Leste Joao Mendes Goncalvez mengatakan tahun ini pertumbuhan ekonomi masih terus berjalan, namun pihaknya tetap yakin akan meraih pertumbuhan ekonomi yang sama di 2009-2010. Hal itu, kata dia, dengan terus mengembangkan sektor swasta, agrebisnis, serta campur tangan investor negara lain.

"Timor Leste negara yang kaya, kami terus meningkatkan kerja sama kakak dan adik dengan Indonesia. Kita yakin secara bersama dapat menciptakan strategi pembangunan ekonomi yang saling menguntungkan, dengan sumber daya alam industri kami butuh beberapa perusahaan bagi kami untuk mendukung perekonomian, tahun ini pertumbuhan ekonomi masih berjalan tapi kami yakin bisa jadi yang terbesar lagi,” katanya kepada wartawan di Balai Kota Depok, dikutip dalam naskah pidato, Rabu (23/3/2011).

Kamis, 10 November 2011

Fakta Seputar Timor Leste (Invansi dll)

Indonesia sendiri pada beberapa puluhan tahun yang lalu ketika perang dunia ke II masih hangat dan negara – negara pendukung dan anti blok masih hangat, Belanda datang ke Indonesia dan menjajah tanah tersebut. Jajahan
Belanda tersebut meliputi Aceh hingga Papua Barat dan sebagian Pulau Timor yang sekarang di sebut Timor Barat atau sekarang adalah meliputi NTT dan Timor Barat
tersebut adalah KUPANG. Untuk wilayah Timor Timur sekarang sudah merdeka sebagai sebuah negara tersendiri (Timor Leste) dijajah oleh Portugal.

Setelah Jepang menyerah pada sekutu pada PD II, Jepang menarik diri dari semua bangsa di daerah asia termasuk Indonesia dan Timor Timur waktu itu. Belanda yang tidak kuat melawan
Jepang akhirnya kembali menjajah Indonesia dan begitu juga dengan Portugal yang tidak kuat melawan Jepang akhirnya kembali menjajah Timor – Timur sekitar tahun 1940an.

Pada tahun 1945, Indonesia merdeka dan semua negara jajahan Belanda dijadikan sebagai negara Indonesia, Timor – Timur pada waktu itu masih dijajah oleh Portugal.

Menteri Perhubungan Digugat ke Mahkamah Pengadilan Internasional

Jakarta - Yayasan Peduli Timor Barat YPTB akan melaporkan Menteri Perhubungan Freddy Numberi dan PTTEP Australasia ke Mahkamah Pengadilan Internasional.
Pengaduan itu terkait disetujinya ganti rugi PTTEP Australasia kepada pemerintah Indonesia atas tumpahan minyak dilaut Timor. Direktur YPTB Ferdi Tanoni mengatakan, Fredy Numberi dan PTTEP Australasia telah melakukan kejahatan kemanusian terhadap nelayan dan masyarakat yang tinggal disekitar laut timor. Menurut dia, tumpahan minyak PTTEP Australasia bakal mematikan kehidupan masyarakat di laut Timor dan perlu waktu lama untuk merehabilitasi tumpahan minyak tersebut

PTTEP Australasia Diminta Bentuk Tim Peneliti Pencemaran Laut Timor

Jakarta - Yayasan Peduli Timor Barat YPTB mengirimkan surat peringatan kepada PTTEP Australasia untuk segera membentuk dan membiayai tim penelitian bersama kasus pencemaran laut Timor. Direktur YPTB Ferdi Tanoni mengatakan tim penelitian bersama yang dimaksudkan dalam surat tersebut terdiri dari ahli-ahli yang berasal dari perusahaan, pemerintah Australia dan Indonesia serta dari masyarakat yang terkena dampak pencemaran. Hal ini dilakukan karena selama ini masyarakat tidak pernah dilibatkan dalam proses ganti rugi.

Pengacara kami di Darwin Australia sudah melayangkan surat protes atau surat peringatan kepada PTTEP Australasia untuk melibatkan semua stakeholder yang ada di Timor dalam menyelesaikan masalah pencemaran laut Timor. Bila tidak maka perusahan tersebut akan menghadapi tuntutan dari pihak lain yaitu Yayasan Peduli Timor Barat”