Kamis, 10 November 2011

Pencemaran Laut Timor Diduga Akibatkan Warga Sakit

Jakarta - Ratusan warga pesisir Nusa Tenggara Barat terkena penyakit yang diduga akibat pencemaran Laut Timor. Direktur Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) Ferdi Tanoni mengatakan warga mengalami gatal-gatal dan mual dengan tanda bercak merah dan putih di sekujur tubuh. Kata Ferdi, saat ini warga sedang menunggu hasil pemeriksaan dari Rumah Sakit Kupang untuk memastikan penyabab penyakit itu.
“Badannya gatal-gatal merah-merah keputih-putihan seperti itu, kaya kudisan begitu. Namun mereka mengaku penyakitnya sebelumnya tidak ada, namun setelah mereka makan ikan muncul ini. Bila kita lihat berdasarkan pengalaman di Alaska setelah pencemaran itu setelah 2 hingga 5 tahun baru muncul penyakit-penyakit itu.”

Direktur YPTB Ferdi Tanoni mengklaim penyakit ini mirip dengan yang terjadi di daerah tercemar lainnya seperti di Alaska, Amerika Serikat, maupun di Teluk Buyat Sulawesi Utara.

Ganti Rugi Pencemaran Laut Timor Dibayar Akhir Bulan ini

Jakarta - PTTEP Australasia siap membayarkan uang ganti rugi pencemaran minyak di laut Timor akhir bulan ini. Ketua Tim Negosiasi Pencemaran Laut Timor Freddy Numberi mengatakan PTTEP menunda pembahasan mengenai pembayaran karena alasan politik. Perusahaan yang berpusat di Thailand itu menunggu menteri energi Thailand yang baru untuk memfasilitasi pembayaran ganti rugi pencemaran kilang minyak Montara. Sampai saat ini pemerintah Indonesia tetap menangih klaim 5 juta dollar atau lebih dari 48 miliar rupiah, sementara PTTEP cuma mau membayar 3 juta dollar atau setara lebih dari 25 miliar rupiah.

"Perusahaan itu sudah berjanji menyelesaikan komitmennya. Cuma dia minta waktu akhir September karena ada kabinet baru, maka mereka menunggu menteri energi yang baru. mudah mudahan menteri yang baru bisa mendorong penyelesaian mereka. Kalau CSR itu kan urusan penuh dari mereka. Kita sampai sekarang minta 5 juta dollar. Tetapi mereka minta 3 juta dollar. Silahkan, nanti akhir September kita bahas."

Perundingan Pencemaran Laut Timor Hari ini Batal

Jakarta - Pertemuan lanjutan antara Pemerintah Indonesia, Australia dan perusahaan PTTEP Australasia mengenai ganti rugi pencemaran Laut Timor yang direncanakan hari ini kembali dibatalkan.
Ketua Tim advokasi pencemaran laut Timor Kementerian Lingkungan Hidup Masnelyarti Hilman mengatakan pertemuan tersebut dibatalkan oleh Pemerintah Australia dengan alasan adanya pergantian menteri energi. Pemerintah Australia berjanji untuk melanjutkan pertemuan tersebut paling lambat 2 minggu ke depan.

“Tanggal 1 September dari mereka CEOnya datang dan bertemu dengan Menteri Perhubungan, mereka minta tolong untuk diundur karena belum dibicarakan dengan Menteri barunya. Jadi mereka janji minggu-minggu ini dibicarakan dan minggu depan diberitahu kekita kapan”

Kamis, 29 September 2011

Cadangan Gas Besar Ditemukan di Papua

Jakarta - Pemerintah menyatakan telah ditemukan potensi cadangan gas yang besar di wilayah Papua oleh salah satu kontraktor migas atau kontraktor kontrak kerjasama (KKKS). Jumlahnya 100 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

Demikian disampaikan oleh Dirjen Migas Evita Herawati Legowo seperti dikutip dari situs Direktorat Jenderal (Ditjen) Migas, Kamis (29/9/2011).

"Mudah-mudahan dalam 2 sampai 3 tahun ini, kita bisa develop (mengembangkan) gas tersebut," jelasnya.

Lewat penemuan gas di Papua tersebut, pemerintah mengharapkan dapat memperoleh tambahan gas dari bagian Timar Indonesia tersebut.

Selain itu, Evita mengatakan juga terus memantau perkembangan Lapangan gas Tangguh di Papua. Menurut Evita, pengembangan dari Lapangan Tangguh untuk train 1 dan 2 berjalan lancar serta telah menghasilkan gas. Ke depan, direncanakan akan dibangun train 3 dan 4 yang paralel dengan pembangunan pabrik petrokimia.

Google Bangun Data Center di Singapura

Jakarta - Google mulai serius berekspansi di Asia. Raksasa mesin pencari online ini memastikan diri bakal membangun beberapa data center atau pusat data di benua ini, salah satunya di negara tetangga Singapura.

Selain di Singapura, Google mengkonfirmasi akan membangun pula fasilitas data center di Hong Kong dan Taiwan. Jadi, akan ada tiga buah data center Google yang segera beroperasi di Asia.

Dikutip detikINET dari Reuters, Rabu (28/9/2011), investasi data center di Hong Kong dan Taiwan masing-masing akan melebihi USD 100 juta. Sedangkan untuk investasi di Singapura, Google belum menyebutkannya.

Layanan Google yang makin berkembang di Asia membuat mereka memutuskan membangun data center di sini. Ditargetkan, data center di Asia mulai beroperasi dalam satu atau dua tahun sesudah konstruksi bangunan dikerjakan. Google berencana merekrut staf lokal untuk bekerja di fasilitas tersebut.

Nokia akan Pecat 3.500 Pegawai

Jakarta - Nokia akan melakukan pemecatan pada ribuan karyawannya. Pengumuman ini berbarengan dengan pemberitahuan bahwa perusahaan tersebut juga hendak mengurangi pabriknya.

Total ada sebanyak 3.500 pekerja yang akan dirumahkan oleh Nokia hingga akhir tahun 2012 ini dan jumlah tersebut kabarnya akan bertambah lagi pada tahun berikutnya.

Sedang pabrik yang akan ditutup ialah yang berada di Rumania. Tak cukup hanya menutup 1 pabrik, Nokia juga sedang mereview rencana penutupan pabrik yang berlokasi di Finlandia, Meksiko dan Hungaria. Pun juga di pabrik di Bonn, Malvern serta Pennsylvania mungkin akan mengalami nasib serupa.

Tahun lalu, pemecatan besar-besaran dilakukan Nokia dengan menghentikan 4.000 pekerja serta mentransfer 3.000 karyawannya ke Accenture bersamaan dengan software Symbian. Dilaporkan, transfer ini dilakukan untuk lebih menyukseskan adopsi Windows Phone 7 milik Microsoft.